Postingan

Lembang: An Unforgetable Trip

*Membersihkan debu-debu* Ehem, so here i am again, after like almost 2 years? hahahaha Hi! Ternyata lanjutan postingan Lembang  sudah menjadi draft sejak 1,5 tahun lalu tapi belum dipublish karena belum dimasukan foto-fotonya. So, i decided to just post it and the photos will be uploaded soon (hopefuly) haha enjoy reading :p *** Malam hari ke-2, selepas dari Punclut, kami balik lagi ke utara menuju pemandian air panas Ciater. Terakhir kali gue ke sini, waktu masih SD karena ada acara jalan-jalan dari kantor bapak. Sejujurnya udah lupa-lupa-lupa-inget. Kami sampe sana sekitar setengah 10 malem, dan ternyata penuh bgt bokkkk, sampe-sampe mesti parkir mobilnya di atas. Ciater itu ada banyak kolam rendam, ada juga kolam rendam yg udah dibuat kolam renang macem di Ciwalini, tapi mesti bayar lagi 50k. Kami memutuskan buat rendam di kolam-kolam biasa aja, toh kolam renangnya rame banget dan berdasarkan ingetan gue pribadi, lebih enak di kolam biasa yg dari batu-batu dan sungai gitu. Jadi,...

An almost complete bucketlist: Lembang!

Gambar
Lembang have been on my bucket list for a looooong time. Alasan awal, tidak lain dan tidak bukan adalah karena ada Bosscha, yang jadi latar tempat syuting Petualangan Sherina. Alasan lain, ya karena emang tempatnya bagus-bagus banget, apalagi semenjak ada instagram, jadi makin mupeng karena rasanya bagus-bagus semua! Tapi entah kenapa, Lembang justru jadi destinasi yang susah untuk didatengin, padahal jaraknya terhitung deket, kan. Kayak ada aja halangannya gitu, sampe gemes sendiri karena saban hari gagal terus setiap mau ke sana. Bahkan sampe 2 minggu lalu udah booking penginapan yg diincer, gakjadi jugaaa, mana penginapannya non-refundable lagi hiks reddoorz. Tapi yasudah, ku anggap belum jodoh dengan Lembang waktu itu, jadi kucoba relakan. Kalo yg ini direlakan gak ya~~~ alay Untungnya!!! Minggu lalu akhirnya jadi juga ke Lembang! Hahaha Walaupun berangkatnya ngaret 3 jam dari rencana awal, karena Bogor hujan deras, jadi kami baru bisa ngambil mobil sewaan jam 9 malam. Man...

Kemping Situ Gunung

Gambar
Berawal dari penat dan gemes karena wishlist Situ Gunung yang tak kunjung tercapai, gue iseng-ngajak-ngajakin temen kantor buat kemping di sana, dan ternyataaaa: pada mau! yes. Trip ke situ gunung ini pas banget sama quote: sebuah perjalanan itu pasti selalu ada lika-likunya. Soalnya, bukan ada lagi, malah lika-likunya banyak. Makin dekat hari H, makin banyak aja rintangannya, dari mulai tetiba ada yang gak bisa ikut, tiba-tiba meriang terus diare, sampe lemburan yang makin dekat hari H malah makin nambah lagi. Terparahnya adalah pas H-1, di mana kami harus menerima kenyataan bahwa hari itu harus ngelembur sampe malam dan besok Sabtu terancam harus rapat di kantor. Au amat dah udah. Untunglah setelah segala kegundahgulanaan, kami berhasil mewujudkan rencana kemping ke Situ Gunung. Kami janjian ketemuan di stasiun Bogor Paledang jam 07.00, karena bakal naik kereta jam 07.50 tujuan Stasiun Cisaat. Akan tetapi, sampe jam 07.50 salah dua temen kami masih lari-lari dari stasiun B...

Mengaku

Been long time since i wrote this kind of post. Gue kira, gue terlalu angkuh buat mau mengakui kalo hal-hal semacam ini masih mengganggu pikiran gue. Tapi kemudian gue pikir, mengakui ini adalah salah satu cara untuk menerima diri gue. Jadi, yah--mari mengaku 1. Konstan; Benar, bahwa salah satu yg terpenting dari hubungan adalah komunikasi Benar, bahwa komunikasi dg chat masih cukup intens, meski terasa hambar. Entah, udah berapa lama gue merasakan kekonstanan dalam percakapan terjadi--dua tiga bulan atau lebih? Makanya, waktu kemarin disinggung mengenai chatan tidak berarti apa-apa, apakah chatan basa-basi, gue nanya, siapa yg chatnya basa-basi? Karena, sebenarnya gue khawatir begitu. Chat ini cuma basa-basi, penggugur "masih chatan intens". Gue tau, gue pun salah, karena kurang keras berusaha mengeksplor pembicaraan selain lans? Udah sdm? Udah blabla? Udah blabla? Tapi gue sebingung itu. Merasa sekonstan itu. 2. Takut; Gue lebih sering memilih buat mendam a...

Sweet Escape Jogja 2: Dari Selatan ke Utara

Gambar
Jogja, entah mengapa, gak pernah ada abisnya. Pasti ada aja hal yang belum dikunjungin, kalopun udah, seringkali ndak keberatan buat balik Jogja lagi. Selain murah, ramah, dapet pula suasana alam, rural, maupun urbannya, tinggal pilih mau yang mana. Gumuk Pasir Setelah segala transportasi dan akomodasi terencana, tibalah kami di Stasiun Lempuyangan sekitar jam 7 pagi. Begitu keluar stasiun, kami langsung nyari makan di depan stasiun: soto daging dan nasi seharga 10k aja, enak lagi wkwk. Selesai makan, kami langsung mesen grab buat ke penginapan, tapi mesti jalan dulu karena gak boleh pick up depan stasiun. Nyampe penginapan, kami langsung leyeh-leyeh istirahat dan beberes karena rencananya siangnya bakal lanjut ke Gumuk Pasir dan Pantai Cemara Sewu. Di tengah jalan, gak lupa kami mampir makan mie ayam di pinggir jalan yang harganya cuma 8k tapi porsinya banyak banget huhu terharu Sampe di Gumuk Pasir sekitar jam 2an, cuma bayar parkir 2 ribu doang sama bayar masuk kawasan Pa...

Goa Buniayu 2: Merindukan Matahari

Gambar
Lama banget ya update sambungannya lagi wakakak yah maklum, mood menulis suka datang dan pergi ooh begitu saja~ padahal mah, udah jadi draft dari September, tapi baru dirampungin sekarang. Soo, langsung saja, mari menyambung postingan  Goa Buniayu pt 1  tahoen laloee~ *** Yak, setelah semua anggota kelompok turun pake tali dari ketinggian  ±  18 meter, kami melanjutkan perjalanan susur Goa Buniayu yang dipandu oleh seorang guide. Perjalanan susur goa horizontal dimulai dengan ngikutin arus sungai bawah tanah yang ada di Goa Kerek, judulnya jadi susur sungai di dalem goa gitu ya? Airnya gak terlalu tinggi, cuma sekisaran semata kaki sampai sebetis bawah, berarus tapi nggak kuat. Ohiya! sebelum mulai jalan  kami juga sempat berdoa dulu di dalam lobby goa tadi, biar perjalanannya aman dan semoga di luar gak hujan. Emangnya kenapa kalo hujan? Bisa bahaya duong, kan itu goa vertikal-horizontal yang dilalui sama sungai bawah tanah. Kalo di atas hujan, otom...

Sweet Escape Jogja 1: Perburuan Penginapan Murah di Jogja

Gambar
"Ke Jogja Yuk" "Ayok" "Boleh" "Eh ikut dong, sekalian mau prewed" Melalui perbincangan singkat itu, akhirnya disepakatilah rencana berlibur ke Jogja pada long weekend di akhir September 2017 ini. Hal pertama yang harus diprioritaskan, sudah pastilah mencari penginapan dan transportasi. Karena yea, mencari penginapan dan transportasi yang murah di Jogja dan pas long weekend itu udah semacam pertempuran. Lebay sih, tapi ya mirip-mirip lah. Dengan begitu, tanpa bak bik buk kamipun mulai mencari finalis-finalis penginapan dan transportasi (menuju. selama, serta kembali) di Jogja. Untuk transportasi ke Jogja, pilihan jatuh pada kereta api, sayangnya kami kehabisan tiket bangku yang bisa duduk barengan, jadilah kami berenam misah tempat duduk dan kereta. Gue berempat naik KA Progo seharga 125.000 per orang yang berangkat 22.30 dari Stasiun Pasar Senen, sedangkan dua orang lainnya naik KA Bogowonto seharga 220.000 yang berangkat satu jam...