Explore Ciwidey: Villa Alkatiri, Kawah Putih, Rancawalini

This gonna be a long post! *kretekin tangan

Dipenghujung tahun 2016, tepatnya 26 sampai 28 Desember 2016 gue dan teman-teman kelompok studi di kampus berniat ngadain Jalan-Jalan Akhir Tahun. Setelah diskusi yang panjang dan alot akhirnya diputuskan tempat yg bakal dikunjungi adalah Ciwidey! Gue jelas excited banget, karena itu pertama kalinya gue bakal ke Ciwidey.

Nah, setelah dapet tempat tujuan, yg selanjutnya kami cari adalah penginapan! Kriterianya sebenernya gak jauh dari objek wisata, cocok dikantong mahasiswa, dan bisa nampung 50 orang. Melalui pencarian di internet, dengan keyword "villa di Ciwidey kapasitas 50 orang"kami menemukan beberapa villa, ada villa ciung wanara-kidang kencana (kapasitas 15 orang, ada 2 villa, kolam renang air hangat, ditengah kebun teh) dan villa alkatiri. Awalnya pengen ciung wanara karena harganya lebih murah, tapi ternyata di tanggal yg kami mau udah booked. Jadilah memang berjodoh dengan al katiri.

Villa Alkatiri letaknya persis di seberang Taman Kelinci Ciwidey, ada juga di google maps dengan nama Al Kateri. Melalui internet, kami berhubungan dengan pak agus (agen villa ciwidey) dgn harga 4.000.000 semalam. But, i suggest you to contact Mang Engkus, penjaga villanya (+62 856-2426-6888) karena harganya bisa jadi lebih murah dan nego lho 😜. Di Al katiri kalian bisa sewa catering sistem prasmanan (kalo mau bungkus juga bisa) dengan kisaran harga 20.000-25.000 tergantung lauk, tapi kalo mau masak sendiri juga bisa asal bawa bahannya, karena dapurnya lumayan komplit
Lokasi villa alkatirii
Perjalanan dari Jakarta ke Alkatiri makan waktu sekitar 5-6 jam. Hari pertama, sebelum ke villa kami pergi ke Kawah Putih dulu. Kami tiba di Kawah putih sekitar pukul 14.00. Bayar seorang 33.000 (18.000 tiket masuk + 15.000 ontang anting). Waktu itu kami dimintai biaya parkir bis dan kebersihan juga, gue lupa harganya berapa. Pokoknya setelah solat, ke toilet, jajan di loket masuk, kami menuju ke kawah putih menggunakan ontang anting (sejenis angkot) selama 10 menit. Jalan yang dilalui berkelok-kelok, di sekeliling pinus dan semak, plus udaranya dingin
Ontang anting
Pas turun dari ontang-anting, mulai tercium bau belerang, makanya jangan lupa bawa masker yah! Menurut himbauan sih maksimal kita berada di kawah putih 30 menit, pokoknya kalo udah pusing atau sesak jangan maksain, langsung keluar aja. Menurut gue pribadi, pemandangan di kawah putih itu bagus, banget. Hutan matinya, kawah putih-toscanya, sampe tebing berkabutnya nimbulin kesan magis, serasa bukan di Indonesia, pokoknya instagramable banget lah. Makanya banyak yang prewed atau hunting foto di Kawah Putih. Di Kawah putih ini ada juga goa bekas tambang belerang yg udah ditutup, dan pengunjung gak boleh berdiri lama-lama di depan goa itu, mungkin karena masih ngeluarin asap belerang yg bisa ngeracunin tubuh kali yaa. Terus buat kalian yg gak jago foto, di sini juga banyak jasa fotografer, 10 apa 20 ribu aja gitu, bebas milih gaya yang bagus dan langsung di cetak (bisa juga di transfer ke hape).



Setelah puas foto-foto, sekitar jam setengah 5 sore kami balik ke bus dan menuju ke villa al katiri, perjalanan yang ditempuh sekitar 30 menit. Untuk bus ukuran besar, kayaknya agak susah masuk ke dalam villa karena tanjakannya masuk villanya cukup terjal, jadi harus turun pinggir jalan, dan masuk gerbang yg jalanan nanjaknya alhamdulillah bikin ngos-ngosan :"
gerbang depan al katiri
Pas sampe atas, di kompleks villa alkatiri  ini ternyata ada beberapa villa, dari yang kapasitas 4 orang sampai 50 orang. Ada musholla, tempat parkir, kolam ikan, gazebo, ayunan dan dua ekor rusa di taman!!!! Gemes. Buat villa yg 50 orang, pas masuk...gue bahagiaa. Villanya luas, bagus, lumayan bersih, dan peralatan lengkap.


Ada 4 kamar (satu kamar di atas mirip loteng gitu) double bed, 3 kamar mandi wc duduk dan air hangat, tv, peralatan karoke, meja makan, kulkas, kompor, dispenser, alat masak, dan sofa-sofa. Gak ada AC karena tanpa AC pun udah berasa kayak pake AC, dingin! Dari kapasitas kamar emang gak muat sih 50 orang, tapi kalo kamu bawa sleeping bag atau sarung bisa tidur di karpet atau di sofanya kok.
Pemandangan-dapur-lapangan

Buat gue sih villa ini cozy bgt buat liburan bareng keluarga, pemandangan di luarnya juga bagus, mau pagi ataupun malem, beuh. Terus ada juga banyak bale buat main  dan semacem tempat terbuka buat mainan games. Cucok lah buat relaksasi sejenak dari hiruk pikuk kota, Makanannya juga enaak, sambelnya pedes. Plus kamu bisa beli stroberi di rumah penjaga villanya dan coba deh main-main ke belakang villa karena ada kebun strawberry punya warga loh! Kalo beruntung, kalian bisa metik langsung dari petaninya. Sekilo harganya 50.000 saja, malah waktu itu gue disuruh nyobain gratis, alhamdulillah seger.



Terus Rancawalininya mana? Ada, tapi di sini



Komentar

  1. Helloooo .... Boleh share kontek mang engkus?? 😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo, maaf yaa slow respon. Ini nomornya Mang engkus +62 856-2426-6888

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

An almost complete bucketlist: Lembang!

Explore Ciwidey: Pemandian Air Panas Ciwalini